KUHP adalah Hukum Thaghut yang Wajib Dikufuri

bismillahirrahmanirrahim

Hukum Jahiliyah (QS. Al-Maidah: 50) adalah hukum selain Allah hasil buatan manusia sesuai hawa nafsunya (QS. Al-Maidah: 48) yang bertentangan atau tidak sejalan dengan hukum Allah. Sebagai contoh, hukum Allah (Al Quran) mengharamkan perzinahan dan memerintahkan untuk mendera laki-laki dan perempuan yang berzina masing-masing seratus kali dera (QS. An-Nur: 2), sedangkan hukum selain Allah seperti KUHP menghalalkan perzinahan kepada laki-laki atau perempuan yang belum menikah karena KUHP hanya mendefinisikan zina sebagai perbuatan persetubuhan yang dilakukan laki-laki atau perempuan yang telah menikah dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya (KUHP Pasal 284). Dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya. Dengan demikian maka KUHP adalah produk hukum Jahiliyah dan orang-orang yang membuatnya serta memutuskan perkara berdasarkan hukum-hukumnya disebut Thaghut (QS. At-Taubah: 31; An-Nisa: 60). Oleh karena itu, hukum Jahiliyah disebut juga sebagai hukum Thaghut.

Lalu, apakah anda yang mengaku beriman kepada Allah dan Al Quran tidak merasa keberatan dan hanya berdiam diri saja ketika hukum-hukum Allah dalam Al Quran “dinasakh” dengan hukum-hukum Jahiliyah (KUHP) oleh para Thaghut?

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhukum (berhakim) kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu… (QS. An-Nisa: 60)

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa: 65)

…Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya… (QS. Yusuf: 76)

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab, mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). (QS. Ali Imran: 23)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 36)

…Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak berhukum (memutuskan perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Maidah: 44)

Baca penjelasan Al Quran selengkapnya: https://hukumallah.wordpress.com/wajib-syariat-islam/

Sebarkan informasi ini sebagai amal ibadah dakwah anda. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s